Shielding Gas : Penjelasan, Jenis, Perbedaan dan Standartnya

Halo sobat expertlas, pada artikel kali ini saya ingin mengajak kamu mengenal lebih dalam tentang shielding gas atau gas pelindung. Pada umumnya kita hanya mengenal secara khusus shielding gas itu terdiri dari inert gas dan aktif gas.

Gas pada proses pengelasan itu termasuk kedalam welding consumable, dimana gas ini berfungsi sebagai pelindung dari kontaminasi atmosfer saat proses fusi terjadi. Buat kamu welder yang memakai pengelasan jenis GTAW/FCAW/GMAW, pasti sudah pahamlah pemilihan gas ini sangat penting, karena langsung mempengaruhi kualitas hasil pengelasan, stabilitas busur, bahkan berpenaruh pada biaya operasional.

Pada proses pengelasan kita memakai 2 jenis gas yang dipakai yaitu inert gas dan active gas. Secara gampangnya tentu jika GTAW pasti menggunakan inert gas, sedangkan FCAW dan GMAW pasti menggunakan gas aktif.

Kita akan bahas agak mendalam mengenai shielding gas ini, dan standar mengenai shielding gas kamu bisa pelajari di standart BS EN ISO 14175:2008 dan AWS A5.32/A5.32MSpecification for Welding Shielding Gases. Shielding gas atau gas pelindung itu dikelompokkan pada 4 grup, yaitu :

Gas inert

Jika kamu belum mengetahui gas inert, ini merupakan gas yang memiliki sifat tidak bereaksi secara kimia dengan logam cair selama proses fusi pada pengelasan. Pengkodean grup ini ditandai dengan simbol “I” contoh paling umum yaitu Argon (Ar) dan Helium (He). Argon jadi favorit banyak welder karena busur las jauh lebih stabil.

inert gas argon di GTAW

Sementara untuk gas jenis helium memiliki karakteristik penetrasi lebih dalam sehingga cocok untuk logam tebal atau logam dengan konduktivitas tinggi seperti aluminium.

Sifat alami yang dimilik gas argon dan helium sangatlah berbeda dimana Helium 10 kali lebih ringan dari argon, sehingga saat digunakan setting laju aliran helium harus lebih tinggi dibandingkan argon agar perlindungan tetap efektif.

Tegangan arc saat menggunakan helium lebih tinggi 1.5–2 Volt dibandingkan argon, sehingga menghasilkan weld pool yang lebih besar. Arc pada helium cenderung kurang stabil, sementara argon memberikan arc yang stabil dan rapat. Selain itu juga, Konduktivitas termal helium lebih tinggi, artinya panas lebih efektif ditransfer ke logam dan penetrasi jadi lebih dalam.

Untuk masalah Harga gas argon cenderung lebih murah dibandingkan dengan gas helium.

Gas Oksidator (Oxidizing Shielding Gases)

Gas oksidator atau yang sering kita kenal sebagai active gas, termasuk dalam kategori gas aktif yang ditandai dengan kode grup M, R, atau N. Disebut active karena gas ini ikut bereaksi dengan logam cair saat proses pengelasan berlangsung — berbeda dengan gas inert yang hanya bertugas melindungi tanpa bereaksi.

active gas CO2 di pengelasan GMAW

Nah, dalam dunia pengelasan, gas oksidator ini dibagi menjadi tiga tingkat keaktifan, tergantung dari seberapa besar kandungan oksidator seperti CO₂ atau O₂ di dalam campurannya. Semakin tinggi kandungannya, semakin aktif dan agresif gas tersebut. Pembagiannya antara lain:

  1. Oksidator ringan, contohnya : Argon + 0.5% CO₂
  2. Oksidator sedang, contohnya : Argon + 25–50% CO₂ + 10–15% O₂
  3. Oksidator kuat, contohnya : 100% CO₂ + 0.5–30% O₂

Kalau kamu sedang mempersiapkan pekerjaan yang sifatnya qualified atau bersertifikasi, kombinasi antara wire dan gas pelindung yang kamu pakai harus benar-benar sesuai standar. Saat ini memang banyak banget variasi gas campuran yang tersedia di pasaran — tapi ingat, nggak semua kombinasi otomatis memenuhi persyaratan sertifikasi. Bisa jadi, campuran yang kamu pakai tidak diakui dalam WPS atau standar uji tertentu.

Tips dari kami: sebelum digunakan untuk pekerjaan penting, pastikan dulu kecocokan wire dan gas-nya. Cara paling aman adalah konsultasikan langsung dengan supplier resmi kawat las agar tidak salah langkah.

Gas Reduktor (Reducing Gases)

Selain gas pelindung inert dan aktif, ada juga jenis gas lain yang cukup sering dipakai dalam pengelasan, khususnya untuk material-material khusus seperti stainless steel. Gas ini disebut sebagai gas reduktor (reducing gases) didalam standart dikelompokkan ke dalam Grup “R“.

gas Reduktor pada GTAW

Apa Itu Gas Reduktor? Gas reduktor adalah campuran gas yang bersifat mereduksi (bukan mengoksidasi) dan berfungsi membantu menjaga kualitas lasan — terutama dengan mengurangi oksidasi pada permukaan logam.

Biasanya, gas reduktor ini terbentuk dari campuran antara lain adalah Argon + Hidrogen, cocok digunakan dalam proses GTAW, terutama saat mengelas stainless steel. Campuran ini bantu bikin lasan lebih bersih dan kilap. Campuran lainnya adalah Nitrogen + Hidrogen, umum dipakai sebagai backing gas, yaitu gas pelindung dari sisi bawah logam selama pengelasan root pass, agar hasilnya tidak terkontaminasi udara.

Sangat penting diperhatikan adalah kandungan hidrogen, meskipun hidrogen membantu dalam menghasilkan lasan yang bersih, ada batas aman yang harus diperhatikan. Jika kandungan hidrogen dalam campuran melebihi 10%, maka gas tersebut wajib dibakar (flaring) sebelum dibuang ke udara bebas. Hal ini penting karena hidrogen dalam kadar tinggi sangat mudah terbakar dan bisa menimbulkan risiko kebakaran atau bahkan ledakan jika tidak ditangani dengan benar.

Gas Reaktif Rendah (Low Reactive Gases)

Gas pelindung dalam pengelasan itu tidak hanya gas inert seperti argon atau gas aktif seperti CO₂ dan O₂. Ada juga yang disebut Gas Reaktif Rendah (Low Reactive Gases) — gas campuran yang punya reaktivitas ringan terhadap logam cair saat proses las berlangsung. Gas realtif renda didalam standart termasuk ke dalam Grup “N“.

Gas Reaktif Rendah

Komposisi Gas Reaktif Rendah merupakan campuran dari Argon + 0.5%–50% Nitrogen Kadang juga ditambahkan 0.5%–50% Hidrogen. Meski reaktif, gas jenis ini masih dalam kategori ringan dan bisa membantu mengontrol hasil las dalam aplikasi tertentu.

Sayagnya tidak Cocok untuk Proses GTAW, dikarenakan kandungan Nitrogen atau Hidrogen yang tinggi bisa menyebabkan ketidakstabilan busur dan hasil las yang tidak konsisten pada proses las GTAW.

Gas Reaktif Rendah sangat cocok untuk proses las GMAW/FCAW/Laser Welding terutama saat mengelas bahan duplex dan super duplex stainless steel. Biasanya digunakan dalam komposisi kecil seperti: ≤2% Nitrogen dan ≤2% CO₂. Tujuannya agar tetap menjaga struktur logam dan kekuatan korosi pada material duplex yang sensitif.

Pada penggunaan di Laser Welding & Cutting, gas reaktif rendah juga punya peran besar dalam proses laser welding dan laser cutting karena membantu meningkatkan efisiensi pemotongan dan menjaga kestabilan hasil potong atau hasil las.

Bagikan Di :

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *