Simbol Las Menurut AWS : Cara Membaca dan Membuatnya

Saya ingin berbagi cara membaca simbol las yang umum dipakai. Tahukah kamu bahwa simbol las / welding symbols itu mengacu pada standard. Jadi tidak sembarangan untuk membuatnya.

Sebelumnya kita mempelajari simbol-simbol pada pengelasan terlebih dahulu harus paham bentuk-bentuk sambungan las , setelah itu baru kita aplikasikan ke dalam bentuk simbol lasnya. Cara pembacaan dan penulisan simbol las kali ini sesuai dengan standard AWS A 2.4.

Bentuk Simbol Las

Didalam simbol pengelasan menurut standar AWS memiliki 3 elemen pada simbol dasar , yaitu

dasar symbol pengelasan

Arrow Line
Penulisan simbol arrow line berbentuk tanda panah diujung dengan kemiringan 45 derajat ke bawah, selalu digambar pada perpotongan permukaan las antara material 1 dan material 2 yang akan dilakukan sambungan las.

Reference Line
Di dalam penulisan area reference line / garis referensi digambar garis datar lurus tanpa kemiringan dan berisi tentang keterangan bentuk sambungan yang dilakukan apakah pada arrow side atau pada other side sesuai letak arrow line nya. Arrow side artinya sambungan dilakukan pada area letak tanda panah. Sedangkan other side artinya sambungan dilakukan pada area kebalikan tanda panah.

Supplementary Information
Di dalam supplementary symbols berisi keterangan tentang:
jenis proses pengelasan , bisa tentang pengerjaan NDT, dan pengerjaan dilakukan sesuai dokumen WPS yang diinginkan.

Agar lebih jelas dibawah ini adalah contoh cara pembacaan simbol las pada sambungan fillet dan sambungan tumpul.

Contoh 1 :

simbol sambungan t joint

A. Membuat sambungan T-joint yang letaknya di arrow side menggunakan proses busur listrik SMAW
B. Membuat sambungan T-joint yang letaknya di other side menggunakan proses busur listrik SMAW

Contoh 2 :

simbol pengelasan kampuh V

A. Membuat Sambungan kampuh las V yang letaknya di arrow side , root menggunakan proses las SMAW dan dilanjutkan dengan proses las GMAW untuk fill dan capping.

B. Membuat Sambungan kampuh las V yang letaknya di other side , root menggunakan proses las SMAW dan dilanjutkan dengan proses las GMAW untuk fill dan capping.

Simbol Las Fillet

Simbol Las fillet

Simbol fillet weld tidak banyak macamnya, hanya ada 3 bentuk dasar saja yang harus sobat welder ketahui. ketiga bentuk tersebut adalah bentuk permukaan hasil las lasan pada sambungan T-joint, berikut ini adalah bentuknya

  • Bentuk Datar
  • Bentuk Cekung
  • Bentuk Cembung

Peletakan Simbol Las Fillet

Didalam peletakan simbol las, khususnya sambungan fillet anda harus jeli dalam membacanya. Jangan sampai salah pemahaman sehingga hasil las lasan tidak sesuai yang diharapkan. Agar hasil las sesuai yang diharapkan coba lihat gambar berikut ini.

kesalahan baca simbol las

Pada gambar diatas merupakan gambar sambungan untuk 3 material (a,b dan c), nah simbol las itu terdapat pada sambungan antara material b dan c. Kebanyakan itu selalu salah dalam pembacaan simbol las karena kurang jeli dalam membaca material mana dengan manakah yang akan disambung.

Pada gambar diatas itu yang akan dilakukan penyambungan adalah antara material b dan c. Kenapa saya kasih tanda silang, karena jika bentuk other side nya seperti itu, berarti itu merupakan sambungan antara material a dan b bukan b dan c.

Simbol Las Fillet Menggunakan Ukuran

ukuran simbol las fillet

Selain untuk memberi informasi bentuk dari permukaan lasan, simbol las juga berguna untuk memberikan ukuran dimensi hasil pengelasan yang berguna untuk welder membuat sambungan. Biasanya informasi ukuran yang diberikan adalah tinggi lasan atau yang sering disebut besarnya leg length.

Simbol Fillet Groove

simbol compound weld

Sambungan fillet groove adalah gabungan antara T-joint dan sambungan kampuh. Disini sobat welder akan mempelajari cara peletakan simbol untuk memberi keterangan jenis sambungan fillet groove.

Simbol Las Melingkar

simbol las melingkar

Jika menemukan gambar simbol las dengan tanda lingkaran antara garis arrow line dan reference line, maka pengelasan dilakukan melingkar mengikuti lajur lasan.

Simbol Las Butt joint/Groove

Untuk membaca simbol pengelasan groove lebih sederhana, kita hanya perlu mengetahui macam-macam kampuh las, simbol las sesuai mengikuti bentuk dari kampuh las tersebut.

simbol kampuh V

Simbol Kampuh V
Perhatikan gambar diatas, simbol V ditulis pada garis reference untuk posisi arrow side jadi kampuh dilakukan pada daerah arrow line nya. Begitu juga sebaliknya.

Simbol Kampuh U
Untuk simbol kampuh U juga sama, pada gambar terlihat simbol U ditulis pada garis reference area arrow side, jadi kampuh dilakukan tepat arrow line diletakkan.

simbol kampuh I

Simbol Kampuh I
Untuk simbol las kampuh I juga ditulis / digambar sesuai bentuk kampuhnya yaitu kampuh I.

simbol kampuh Y

Simbol Kampuh Y
Pada sambungan kampuh Y perlu diberi catatan khusus, butt joint tujuannya adalah menyambung material a dan b dimana peletakkan base metal yang akan kita sambung terletak di sebelah kanan dan kiri. Pada kampuh Y, untuk mengetahui basemetal yang manakah yang akan disambung kamu perlu lihat arah dari arrow line / anak panah nya. perhatikan gambar dibawah ini.

Simbol butt joint dengan Ukuran

simbol butt joint menggunakan ukuran

Penulisan ukuran simbol las pada butt joint memberikan informasi kedalaman kampuh yang akan di bevel dan besarnya sudut total kampuh. Ukuran kedalaman ditulis di awal dan ukuran total sudut ditulis di tengah simbol.

Aplikasi Simbol Las Pada Gambar Teknik

Fungsinya apa seh simbol pengelasan ? Nantinya simbol las ini digunakan sebagai media komunikasi terhadap welder yang tertuang didalam gambar teknik tentang project yang dikerjakan.

Sangat penting bagi para intruktur atau seorang inspector untuk bisa membaca simbol Las, karena itu sebagai indikator bahwa juru las sudah menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan gambar fabrikasi yang telah disetujui.

Penggunaan simbol las pada gambar teknik

Gambar diatas adalah contoh penerapan simbol pengelasan pada gambar teknik. Dimana digambar tersebut jenis proses pengelasan diganti dengan kode yang terdapat pada AWS yaitu :

  • Las SMAW kodenya 111
  • Las GMAW kodenya 135
  • Las GTAW kodenya 141

Cukup sekian penjelasan tentang simbol-simbol pengelasan, jika ada yang kurang paham silahkan bertanya dikolom komentar. Terima kasih.

Survey Harga Besi Hollow (2020), Hitung Kebutuhan dan cek Harga Sebelum Membeli

Berapa harga besi hollow di toko material bangunan di tahun 2020 ini? Pertanyaan yang sering timbul ketika pertama kali ingin membuat produk menggunakan besi hollow.

gambar besi hollow hitam

Kebetulan beberapa waktu lalu diadakan pelatihan pengelasan fitter structure membuat produk menggunakan besi hollow dengan las SMAW, jadilah kita survey ke beberapa toko material untuk mengetahui harga besi hollow dipasaran ( tercatat pada awal juni 2020 ).

Bagi kamu yang ingin membeli, berikut ringkasan harga yang saya dapatkan. Jenisnya adalah besi hollow hitam dimana memiliki ukuran yang bervariasi. Setiap ukuran juga memiliki ketebalan yang berbeda-beda. Nah kalau ukuran panjangnya ada 2 jenis yaitu 1 lonjor panjang 4 meteran dan 6 meteran.

1. Harga Besi Hollow 6×4

Kebetulan di toko material besi bangunan yang kita survey memiliki panjang 1 lonjor 6 meteran semua. Ukuran dimensi kepala 6 pada besi hollow hitam yang dijual dipasaran memiliki 3 tipe yaitu

  • Besi hollow ukuran dimensi kotak 6x4cm dengan tebal 1,7mm dan panjang 6 meteran itu dijual diharga Rp.250.000
  • Besi hollow ukuran dimensi kotak 6x3cm dengan tebal 1,5mm dan panjang 6 meteran itu dijual diharga Rp.225.000
  • Besi hollow ukuran dimensi kotak 6x3cm dengan tebal 1mm dan panjang 6 meteran itu dijual diharga Rp.172.000

2. Harga Besi Hollow 4×4

Besi hollow hitam dengan ukuran 4cm x 4cm di toko bangunan punya 2 tipe ketebalan yang berbeda, yaitu tebal 1,5mm dan 2,5mm. Nah disini ada juga yang bilang ukuran tebal 1,5mm itu dibilang 2mm dan yang 2,5 itu dibilang 3mm, Berikut harganya:

  • Ukuran 4cmx4cm, ketebalan 1,7mm dan panjang 6 Meter, harga besi hollow 4×4 tebal 1,7 dibanderol diharga Rp. 198.000
  • Ukuran 4cmx4cm, ketebalan 2,7mm dan panjang 6 Meter, harga besi hollow 4×4 tebal 2,7 dibanderol dengan harga Rp. 284.000

3. Harga Besi Hollow 4×2

Jenis hollow hitam dimensi 4cmx2cm lonjoran panjang 6 meter memiliki 2 jenis ketebalan yang ditawarkan yaitu ketebalan 1,5mm dan 2mm.

  • Besi hollow ukuran 4cmx2cm, tebal 1,5mm dihargai Rp.110.000
  • Besi hollow ukuran 4cmx2cm, tebal 2mm dihargai Rp.140.000

4. Harga Besi Hollow 3×3

Sebenarnya hollow 3×3 ini ada 2 jenis ketebalan yaitu tebal 1,5mm dan 2mm, Kebetulan ditempat saya tanya hanya ada yang ukuran tebal 1,5mm dan di hargai Rp. 112.000. Nah mungkin yang ketebalan 2mm harganya sekitar 140an ribu.

5. Harga Besi Hollow 2×2

Besi hollow hitam ukuran 2cmx2cm cuma ada yang tebal 1,5mm, panjang 1 lonjor itu 6 meter dan harganya Rp. 68.000.

6. Harga Besi Hollow 5×5

Di toko bangunan yang kita survey kebetulan memiliki hollow hitam ukuran 5cm x 5cm x panjang 6 meter, memiliki 2 tipe ketebalan yaitu tebal 1,7mm dan tebal 2,7mm, berikut rincian harganya:

  • Tebal 1,7mm dibanderol dengan harga Rp. 250.000
  • Tebal 2,7mm dibanderol dengan harga Rp. 360.000

7. Harga Besi Hollow 7,5×7,5

Untuk besi hollow ukuran dimensi 7,5cm x 7,5cm hanya ada 1 jenis yaitu tebal 2,7mm dan panjangnya 6 meter, untuk harga berkisar Rp. 560.000

Menghitung Kebutuhan Sebelum Membeli

Untuk menghitung berapa jumlah besi hollow yang dibutuhkan bisa menggunakan hitungan sederhana. Berikut saya contohkan cara menghitung kebutuhan besi hollow untuk membuat kursi bar sederhana.

Katakanlah kita survey di toko bangunan hanya ada lonjoran 6 meter/600 cm, dan produk yang ingin kita buat adalah seperti gambar dibawah ini.

Kursi terbuat dari besi hollow

Pertama kita hitung keseluruhan dimensinya, yaitu :

Ukuran besi hollow panjang 100 cm ada 2 maka 100 x 2 = 200 cm
Ukuran besi hollow panjang 80 cm ada 2 maka 80 x 2 = 160 cm
Ukuran besi hollow panjang 30 cm ada 10 maka 30 x 10 = 300 cm

Jadi kebutuhan panjang besi hollow yang kita butuhkan adalah 200 + 160 + 300 = 660 cm. Karena panjang 1 batang hanya 6 meter maka kita butuh 2 batang. Tentunya nanti masih sisa banyak sekitar 5 meteran.

Nah, diatas itu untuk mengukur kebutuhan membuat 1 kursi, jika kita ingin membuat 5 kursi maka 5 x 660 = 3300 cm. Nanti 3300cm itu dibagi panjang 1 batang besi hollow, maka didapat 3300cm/600cm = 5,5 kita bulatkan ke atas jadi kita membutuhkan 6 batang besi hollow.

memotong besi hollow

Agar lebih efisien dalam penggunaan bahan, maka potonglah besi hollow mulai dari ukuran yang paling panjang terlebih dahulu, kalau contoh diatas ukuran paling panjang adalah 100cm, jadinya awali dengan memotong ukuran 100 cm dahulu, kemudian dilanjutkan memotong ukuran 80 dst.

Selain itu kreasikan desain dengan cara mencampur menggunakan besi behel , besi beton , besi strip dll agar lebih murah.

Berbagai macam jenis besi hollow

meja dari besi hollow

Jadi pembaca manfaat besi hollow ini banyak sekali dan bisa dipakai sebagai bahan material pengganti kayu untuk beberapa produk seperti pembuatan ragam furnitur , pagar minimalis , kontruksi bangunan, konstruksi kanopi sederhana , plafon ( konstruksi rangka gypsum ) dan rangka atap . Juga bisa digunakan untuk material dasar furniture seperti kursi, meja dan lemari.

Jenis jenis bessi hollow juga ada beraneka ragam, selain besi hollow hitam juga ada jenis hollow galvanis dan hollow galvalum. Dimana daya tahan anti karat tanpa pengecatan.

Besi hollow galvalum
Jenis hollow ini sangat cocok untuk produk yang berada diluar ruangan terkena panas dan hujan seperti pagar, meja taman dll, karena merupakan hollow tahan karat. Disebut galvalum karena memiliki lapisan aluminium dan silicon untuk melapisi baja didalamnya.

Perkiraan harga hollow galvalum ukuran adalah mulai dari 40 ribuan untuk ukuran terkecil.

Besi hollow galvanis
Hollow galvanis lebih tipis karena lapisan seng anti karatnya tidak sebanyak galvalum. Cocok untuk rangka plafon, pengganti besi reng untuk genteng, yang jelas untuk produk yang berada didalam ruangan dan diharapkan juga tahan karat dan anti serangan rayap .

Perkiraan harga besi hollow galvanis ukuran adalah sekitar 30 ribuan untuk ukuran terkecil

Mungkin sampai disini dulu informasi harga besi hollow, kalau menurut saya lebih baik beli di toko terdekat daripada di online. Selain metode pembayaran lebih mudah, kita juga mendapatkan free ongkos kirim.

Dasar Pengelasan Busur listrik dan Klasifikasi Metodenya

Hai sobat welder, pada kesempatan ini saya ingin membahas tentang Gambaran umum dan metode pengelasan busur listrik. Teknologi pengelasan sudah mengalami perkembangan yang cepat didunia industri hingga saat ini dikembangan hingga pengelasan menggunakan robot.

Ruang lingkup pembahasan kita disini adalah sebatas untuk jenis proses pengelasan menggunakan mesin las arc welding.

Pengenalan Arc Welding

Dasar pengelasan arc welding

Pengertian pengelasan adalah untuk menggabungkan 2 buah logam dengan cara memanaskan material hingga melebur lalu menggabungkannya dengan menggunakan bahan tambah atau tidak menggunakan bahan tambah dengan menggunakan arus listrik AC atau arus searah DC.

Pengelasan sebenarnya ada banyak metodenya, tapi yang lebih familiar kita kenal adalah las busur listrik atau yang dikenal arc welding. Dimana percikan api yang berasal dari hubungan singkat anoda dan katoda digunakan untuk meleburkan logam.

Jenis pengelasan ini banyak digunakan di dunia industri bidang konstruksi, bidang tambang, bidang perminyakan dll. Dan digunakan untuk penyambungan material seperti plat baja konstruksi, pipa, dan material baja tahan karat.

Klasifikasi Las Busur Listrik (Arc Welding)

Las busur listrik lebih banyak digunakan karena metodenya yang simpel dan ekonomis. Pengelasan busur listrik juga bisa dilakukan di luar ruangan atau di dalam ruangan bahkan digunakan juga untuk pengelasan di bawah air.

Metode pengelasan arc welding itu ada banyak sekali, ada GMAW, GTAW, SMAW, MIG/MAG dll. Nah perbedaannya dimana seh?

Salah satu faktor yang mempengaruhi arc welding adalah consumable dan non-consumable electrode. Maksut dari consumable electrode adalah menggunakan elektroda yang habis menjadi bahan tambah saat proses pengelasan. Sedangkan non-consumable electrode, itu adalah menggunakan elektroda yang tidak habis saat proses pengelasan.

Consumable Electrode

kawat elektroda habis pakai

Prinsip dasar pengelasan consumable electrode adalah dengan cara meleburkan elektroda sebagai bahan tambah dan penghasil busur listrik.

Ketika material logam melebur/mencair. tidak boleh kontak langsung dengan udara, oleh karena itu dibutuhkan semacam pelindung agar material logam cair tidak terkontaminasi dengan udara.

Pelindung tersebut bisa berupa gas ( shielding gas) atau dengan flux yang mencair menjadi terak. Berikut ini adalah jenis arc welding yang menggunakan metode consumable electrode:

Flux Cored Arc Welding (FCAW)

Merupakan jenis pengelasan constant voltage, menggunakan kawat elektroda flux core dan menggunakan gas pelindung CO2.

Selama pengelasan harus menjaga jarak kawat elektroda terhadap base metal, jika berubah maka besar arus/ampere akan berubah.

Gas Metal Arc Welding(GMAW)

GMAW sama dengan FCAW yaitu merupakan jenis pengelasan constant voltage, tetapi menggunakan kawat elektroda solid dan menggunakan gas pelindung CO2 atau Argon.

Tidak terdapat terak di hasil pengelasannya tetapi menghasilkan lapisan silica tipis di atas logam hasil lasan.

Pada pengelasan GMAW/FCAW yang menggunakan gas pelindung, pengaruh udara / angin menjadi faktor utama, oleh karena itu sangat disarankan untuk dilakukan didalam ruangan.

Submerged Arc Welding (SAW)

SAW merupakan proses pengelasan full otomatis dimana hanya memerlukan seorang operator untuk mengoperasikan mesin. Menggunakan kawat flux core, ketika kawat dan base metal bersentuhan maka akan tumbul busur listrik.

Menggunakan pelindung flux dan pasir untuk mencegah cairan logam lasan terkontaminasi dengan udara.

Shielded Metal Arc Welding (SMAW)

SMAW atau MMAW merupakan jenis proses pengelasan busur manual dengan tipe constant current, dimana kita hanya mengatur besarnya arus/ampere.

Teknik dasar las menggunakan elektroda berbentuk stik yang bersalut flux. Ketika elektroda bersentuhan dengan base metal akan terbentuk busur listrik sehingga mencairkan elektroda dan logam dasar.

Menggunakan pelindung terak untuk mencegah cairan logam lasan terkontaminasi dengan udara.

Non-consumable Electrode Methods

tungsten electrode

Prinsip dasar pengelasan Non-consumable electrode adalah dengan cara membuat busur listrik pada electrode yang digunakan untuk meleburkan material logam. Disini electrode tidak ikut mencair karena titik lebur nya diatas dari titik lebur material logam.

Menggunakan gas pelindung untuk menjaga agar logam las tidak terkontaminasi dengan udara. Berikut ini adalah jenis arc welding yang menggunakan metode consumable electrode:

Gas Tungsten Arc Welding (GTAW)

GTAW ( Gas Tungsten Arc Welding ) juga dikenal dengan las TIG (Tungsten Inert Gas), menggunakan elektroda tungsten yang menghasilkan busur listrik ketika bersentuhan dengan base metal.

Tetapi tungsten tidak mencair, hanya menimbulkan api yang akan mencairkan base metal membentuk kawah panas. Bisa melakukan pengelasan tanpa bahan tambah dan jika ingin memakai bahan tambah maka perlu menggunakan filler metal.

Pengelasan Dalam Air

Pengelasan dalam air sering dikenal dengan underwater welding, dimana prosedur pengelasan dilakukan didalam air. Tata cara membuat sambungan las sama saja hanya bedanya dia dilakukan di dalam air. Penggunaan simbol pengelasan pada gambar teknik untuk las bawah air juga sama.

Teknik pengelasan underwater welding memiliki 2 jenis yaitu wet welding dan dry welding. Berikut adalah penjelasan tentang perbedaan keduanya:

jenis pengelasan bawah air

Wet welding

Pengelasan ini dilakukan dengan cara : welder menyelam kedalam air dan melakukan pengelasan langsung pada base metal. Dilakukan pada kedalaman kurang lebih 20 sampai 100 meter.

Jenis proses pengelasan yang dipakai bisa sangat mudah menggunakan mesin SMAW. Karena lebih fleksibel untuk menggunakan kabel yang panjang.

Agar sifat mekanik material logam tidak berubah karena heat input maka perlu mengatur suhu logam induk menggunakan teknik Pre heat dan PWHT.

Dry Welding

Pengelasan ini dilakukan didalam air tetapi seorang welder melakukan pengelasannya membutuhkan peralatan / ruang kedap air. Jadi walaupun dilakukan didalam air, pengelasan dilakukan didalam ruangan kedap air.

Jenis proses pengelasan bisa menggunakan SMAW, GMAW dan GTAW. Dan dilakukan pada kedalaman lebih dari 100 meter.

Masalah yang sering timbil dalam las bawah air adalah pengaruh panas yang cepat dingin, ini bisa datasi dengan dilakukan teknik Pre heat dan PWHT.

Cukup disini saja artikel saya tentang dasar pengelasan. Sebenarnya masih banyak yang harus disampaikan seperti faktor yang mempengaruhi, cacat las, komposisi kimia pada material dll. itu saya akan sampaikan pada artikel selanjutnya. Terima kasih

Bahaya Pengelasan Dan Cara Pencegahannya

Disini saya ingin berbagi potensi bahaya pengelasan yang bisa menimbulkan bahaya kesehatan atau malah berpotensi mengakibatkan resiko bahaya kecelakaan kerja.

Pekerjaan pengelasan bukan suatu ajang unjuk gigi bahwa kamu kebal api/panas, jika kamu sepelekan itu akan berakibat fatal. Terjadinya kecelakaan kerja atau gangguan kesehatan, bisa berawal dari pekerja pengelasan itu sendiri.

Tapi juga bisa berasal dari mesin las listrik dan peralatan las lainnya. So gaes, kamu tidak ingin kan, kehilangan pekerjaan hanya karena mengabaikan hal sepele. Berikut bahaya-bahaya yang dapat terjadi akibat proses pengelasan :

Bahaya Sinar Las

Saat proses pengelasan sudah pasti akan timbul yang namanya sinar las, didalam sinar las ini juga dapat membahayakan welder dan orang lain di area pengelasan. Radiasi sinar las itu memiliki 3 macam cahaya didalamnya, antara lain yaitu:

sinar las

Cahaya Tampak
Cahaya tampak itu adalah ketika busur menyala maka akan terlihat cahaya putih. Efek yang terjadi ketika kita melihat cahaya ini adalah akan menjadi lelah. Walaupun kamu tidak melihat cahaya secara focus langsung tetapi hanya disekitar area pengelasan, itu kamu sudah terkena efek cahaya tampak.

Sinar Infra Merah
Sinar infra merah juga terkandung didalam sinar las, tetapi infra merah tidak terlihat. Efek dari sinar infra merah ini akan menyebabkan iritasi mata menjadi bengkak dan merah.

Sinar Ultraviolet
Sinar ultraviolet paling berbahaya, tipe sinar ini juga tidak terlihat tapi memiliki sifat mudah terserap oleh tubuh manusia sehingga memicu reaksi kimia di dadalam tubuh kita. Jika terserap oleh kulit dapat menimbulkan kulit menjadi gosong dan lama kelamaan akan terkelupas. Jika terkena mata, maka mata akan menjadi lelah dan bengkak.

Cara Pencegahannya

  1. Menggunakan helm khusus las dengan menggunakan kaca filter yang disesuaikan oleh besar ampere pengelasan.
  2. Memakai apron alat pelindung dada dan lengan atau kemeja panjang berbahan jeans.
  3. Memakai sarung tangan khusus las dan sepatu safety.

Cara mengobati mata bengkak akibat sinar las adalah minum obat penghilang rasa sakit kemudian tidur yang cukup.

Debu, Asap dan Gas

Dalam pengelasan sudah pasti akan menimbulkan asap, dan jika menggunakan proses gerinda maka debu baja karbon juga berbahaya jika terhirup. Manusia mampu menghirup debu hingga ukuran 20 mg/m2.

Gambar aceindustrialproducts

Dan tahukah kamu bahwa debu yang dihasilkan elektroda dan besi baja karbon itu memiliki ukuran 10 mg/m2 hingga 20 mg/m2. Jika itu terhisap dalam jangka waktu yang lama maka seorang juru las bisa terkena dampak sesak nafas.

Khusus jenis pengelasan yang menggunakan gas pelindung seperti GTAW,FCAW dan GMAW, potensi bahaya gas juga bisa terjadi, karena proses pengelasan di dalam ruangan maka bisa menurunkan kadar oksigen sehingga menciptakan kondisi tidak aman dan gangguan pernafasan.

Untuk pencegahan masalah saluran pernafasan, hidung dan tenggorokan sebagai dampak dari debu , asap dan gas antara lain :

  1. Mengatur sirkulasi udara yang baik di area pengelasan, seperti membuat ventilasi dan memasang blower.
  2. Memakai masker yang dapat menyaring debu.
  3. Memakai kacamata las bening

Kejutan Listrik

Nama lain dari kejutan listrik adalah sengatan listrik gaes. Bahaya kejutan listrik sering terjadi karena pemasangan peralatan kabel yang tidak rapi dan adanya kabel listrik yang terkelupas.

Penataan kabel yang buruk

So gaes

Kamu perlu sangat berhati-hati waktu menghubungkan setiap alat yang dialiri listrik, seperti pemasangan kabel massa, pemasangan kabel holder elektroda / kawat las dan lain-lain. Dan apabila ada yang tersengat listrik maka matikan saklar pusat agar memutus korban dari kontak listrik.

Lalu bagaimana tindakan pencegahan kecelakaan karena listrik?

Simpel, selalu gunakan sarung tangan dan sepatu safety ketika melakukan pekerjaan menghubungkan peralatan yang dialiri listrik.

Luka Bakar

Dalam melakukan pengelasan, seorang juru las bisa terkena luka bakar dari logam panas, percikan api (spatter), akibat listrik dan material yang mudah terbakar.

Melakukan teknik pengelasan yang salah juga bisa berdampak pada terkena logam panas. Misal ketika kawat las smaw menempel pada base metal, kamu harus lepaskan holdernya dari kawat las yang menempel tadi. Jika tidak maka kawat akan terbakar seluruhnya.

Tang panas untuk mengangkat logam panas

Cara agar bisa mencegah terjadinya luka bakar adalah dengan memakai APD las lengkap, yaitu:

  1. Memakai apron / jaket jeans
  2. Memakai sarung tangan khusus las.
  3. Memakai penutup kepala berbahan jeans.
  4. Memakai sepatu safety
  5. Menggunakan tang panas ketika memindahkan logam panas / material panas.
  6. Menggunakan tang jepit dan palu terak ketika membersihkan terak.

Supaya kamu tahu bahwa spatter yang berasal dari las busur listrik dapat melubangi kulit kita jika kita hanya memakai baju kain biasa.

Tingkat Kebisingan

Memakai earplug

Kebisingan juga menjadi potensi bahaya pengelasan, dimana menurut ahli kesehatan bahwa jika manusia selama 8 jam berada di dalam area bising maka akan berakibat pada meningkatnya tingkat stress.

pencegahannya adalah memakai pelindung telinga / earplug selama pekerjaan pengelasan berlangsung.

Jika kamu bekerja di bidang pengelasan sangatlah penting penggunaan alat pelindung K3 standar las. Itu semua akan melindungi kamu dari bahaya pekerjaan pengelasan.

13 Macam Jenis Cacat Las Sering Terjadi

Kali ini saya ingin berbagi tentang jenis jenis cacat las beserta keterangan gambarnya pada hasil pengelasan. Sebenernya banyak buku cacat las yang membahas mengenai welding defect/cacat las baik itu visual atau non visual.

Tapi tahukah anda bahwa disetiap proses pengelasan entah itu SMAW, GMAW, FCAW dan GTAW memiliki karakteristik jenis cacat/welding defect yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, cacat tungsten inclusion itu tidak akan pernah ada di proses SMAW, itu hanya terjadi di proses GTAW/cacat las argon.

contoh lagi, cacat porosity memang ada di setiap jenis proses pengelasan, tetapi penyebabnya porosity di proses las SMAW berbeda dengan proses GTAW. Begitu juga yang lainnya.

Gambar hasil pengelasan

Bagi seorang welder manfaat belajar cacat las adalah untuk dapat mengetahui hal-hal yang bisa menjadi penyebab cacat las, sehingga bisa melakukan tindakan antisipasi agar tidak terjadi kesalahan. Misal sedang mengelas GTAW, dia akan tahu kemungkinan cacat las dapat terjadi karena apa, maka dia bisa menemukan solusinya.

Bagi seorang welding inspector/instructor pentingnya apa belajar welding defect? penting sekali, sebagai contoh : ketika kamu mengawasi welder juru las SMAW bekerja, dan dia tidak mengikuti prosedur maka kamu sudah akan tahu welding defect yang akan terjadi nantinya. keren kan?

Secara keseluruhan cacat pada pengelasan tidak boleh terjadi karena itu merubah sifat kekuatan pada sambungan logam. Memang efeknya tidak seketika tapi jika produk digunakan dalam waktu yang lama itu akan mengakibatkan kerusakan fatal.

Jenis-jenis cacat las

Cacat las/welding defect itu bisa terjadi pada bagian luar yang bisa dilihat mata/visual dan juga ada cacat las dalam/internal defect atau yang terjadi di dalam hasil las.

Bagus atau tidaknya kualitas sambungan las itu tergantung dari ada atau tidaknya cacat las pada material. Khusus untuk cacat las dalam hanya bisa dideteksi menggunakan alat seperti x-Ray dan ultrasonic flaw detector testing.

gambar ultrasonic flaw detector : advanced-ndt.co.uk

Berikut ini adalah macam-macam jenis cacat las beserta gambar dan penjelasan tentang penyebab cacat las di setiap jenis proses pengelasan cara-cara mengatasinya.

1. Cacat Las Slag Inclusion (si)

Pengertian slag adalah terak, cacat las ini kemungkinan besar terjadi pada jenis proses pengelasan yang memiliki terak seperti SMAW dan FCAW.

Seharusnya slag itu melindungi hasil pengelasan dari udara dan ketika dia tertinggal didalam/terjebak maka itu menjadikan cacat las slag inclusion.

Pada Proses GMAW juga ada teraknya, namanya silica. Silica ini bisa menjadi penyebab terjadinya slag inclusion.

Jika terjadi di area surface luar maka ini bisa dengan mudah untuk di perbaiki, tetapi jika terjadi didalam maka ini merupakan cacat las yang tidak dapat ditolerir.

Gambar untuk cacat las slag inclusion
Gambar slag inclusion

SMAW
Penyebab cacat las slag inclusion pada SMAW adalah penggunaan ampere yang rendah, kurang bersih ketika menghilangkan terak sebelum proses penyambungan.

GMAW
Silica menyerupai terak pada SMAW, warnanya bening. Jika melakukan tumpukkan las dan silica tidak dibersihkan terlebih dahulu, maka kemungkinan slag akan terjadi. Setting mesin las juga sangat penting untuk menentukan jenis pengelasan GMAW, terutama kesesuaian antara voltase dan kecepatan kawat las.

FCAW
Slag inclusion kemungkinan akan terjadi karena tipe kawat las berbentuk flux core, tapi kemungkinan itu kecil karena tipe las FCAW menggunakan ampere yang sangat besar.

GTAW
Tidak ada.

2. Cacat Las Tungsten Inclusion (ti)

Tungsten inclusion adalah sebuah cacat las yang hanya ada di proses las GTAW saja. Tungsten Inclusion disebabkan oleh patahnya ujung tungsten saat pengelasan GTAW dan tertinggal didalam deposit hasil las.

Tungsten GTAW memiliki titik lebur yang lebih tinggi dibanding material besi baja, jadi ketika dia patah maka tungsten tidak akan ikut lebur, dia tertinggal didalam desposit las menjadi tungsten inclusion.

Gambar cacat las Tungsten inclusion
Gambar Tungsten inclusion

Penyebabnya adalah setting ampere sangat tinggi dibarengi dengan pengasahan tungsten yang terlalu runcing. Sedikit saja menyentuh base material, maka akan patah ujung tungstennya. Teknik pengelasan yang benar jadi solusi kunci utama.

Bukan hanya karena faktor pengelasan yang salah, tetapi model mesin TIG yang tidak menggunakan high frekuensi juga berperan menjadi penyebab. Karena harus menggores tungsten untuk menyalakan mesin las.

3. Cacat Las Porosity (p)

Bentuk dari cacat las porosity adalah lubang-lubang kecil pada deposit hasil lasan di base material yang menyerupai kropos atau sarang semut.

Gambar cacat las porosity
Gambar porosity

Penyebab utama cacat las porosity pada las SMAW berbeda dengan Las argon/CO. Berikut penjelasannya

SMAW
Banyak faktor yang menyebabkan porosity di SMAW, diantaranya adalah

  1. Banyaknya kadar air didalam elektroda atau elektroda lembab.
  2. Rusak/hilangnya sebagian lapisan flux karena buruknya penyimpanan elektroda.
  3. penggunaan ampere yang sangat rendah.
  4. Arc length yang terlalu jauh saat pengelasan.

GMAW, FCAW dan GTAW
Pada ketiga proses ini, penyebab terjadinya porosity paling utama adalah hilangnya gas pelindung karena pengaruh gangguan angin, human eror lupa membuka gas pelindung dan jenis gas pelindung yang tidak sesuai.

4. Cacat Las Cluster Porosity (cp)

Penyebabnya sama seperti cacat las porosity diatas, tetapi bentuk cluster porosity adalah lebih dari satu lubang dalam satu area.

Gambar cacat pengelasan cluster porosity
Gambar cluster porosity

Cacat las porosity/cluster porosity bisa terjadi di bagian root ataupun di bagian capping. Termasuk ke dalam cacat las yang tidak bisa di tolerir.

Cara mengatasi cacat cluster porosity adalah selain kawat las dan gas yang harus diperhatikan, anda harus pastikan material terbebas dari kotoran minyak atau oli saat proses pengelasan terjadi.

5. Cacat Las Crack/retak (c)

Terjadinya retak pada daerah lasan atau pada daerah HAZ. Umumnya dikarenakan oleh pendinginan cepat setelah dilas. Pada baja karbon, kelebihan unsur karbon juga bisa menjadi penyebab.

Umumnya di semua proses pengelasan bisa terjadi crack. Cacat pengelasan cracking terbagi menjadi 2 jenis yaitu

  1. Hot crack dan
  2. Cold crack.

Hot crack
Biasanya itu berupa Crater Crack(cr) atau dengan bahasa lain cacat las crater adalah retak yang terjadi pada ujung lasan ketika berhenti pada saat melakukan pengelasan. Daerah yang berpotensi retak paling besar adalah pas saat kawat las berhenti.

Cold Crack
Cold cracking adalah cacat pengelasan yang sering terjadi pada daerah HAZ yaitu retak pada saat proses pendinginan. Cacat las cold cracking disebabkan oleh pendinginan cepat dan pengelasan yang dilakukan pada sambungan yang menopang berat.

6. Cacat Las Underfill (uf)

Underfill merupakan jenis cacat pengelasan karena kurangnya pengisian logam las pada jalur lasan. Penyebab dari underfill terjadi karena ampere terlalu rendah dibarengi dengan travel speed terlalu tinggi dan wide bead tidak sesuai sehingga jalur lasan belum cukup terisi.

Underfill ada beberapa jenis, diantara:

  • Lack of Fusion (lof)
  • Incomplete Fusion (if)
  • Lack of Inter-run Fusion (loif)
  • Concavity (c)
  • Suck Back (sb)

Lack of Fusion (lof) dan Incomplete Fusion (if)
Kedua cacat las ini memiliki penyebab yang sama yaitu penggunaan ampere yang rendah yang mengakibatkan logam pengisi tidak fusi secara sempurna terhadap base material.

Solusinya adalah melakukan pengelasan yang sesuai dengan WPS atau petunjuk welding engineer. Besarnya ampere disesuaikan dengan ukuran elektroda atau petunjuk WPS bisa juga disesuaikan dengan jenis dan ketebalan plat.

Lack of Inter-run Fusion (loif)
Cacat las lack of inter-run fusion adalah dimana lajur lasan sebelumnya tidak menyatu dengan lajur las setelahnya, mengakibatkan profile lasan berbentuk parit ditengah.

Concavity (c) dan Suck Back (sb)
Cacat las concavity dan suck back adalah ketika telah selesai melakukan pengalasan maka logam lasan akan menyusut ditarik kedalam melawan gravitasi.

Perbedaanya dimana antara suck back dan concavity? Perbedaanya di area, kalau concavity itu bisa satu jalur lasan penuh, nah suck back cuma satu area kecil saja.

7. Cacat Las Undercut (uc)

Cacat undercut sering sekali terjadi di semua proses las listrik. Terutama pada welder/juru las junior. Penyebabnya cacat undercut adalah penggunaan ampere yang sangat tinggi dibarengi dengan gerakan travel speed pengelasan yang sangat cepat dan tidak memberi kesempatan filler metal mengisi lajur las dengan sempurna.

Akibatnya pinggir jalur las base material tergerus berbentuk coakan. Nah, jika coakan ini berbentuk tajam dan tergerus dalam, maka tidak ada toleransi kecuali di repair.

Tapi kalau tidak dalam dan tajam maka itu masih dalam batas toleransi.

8. Cacat Las Burn Through (bt)

Penyebab cacat las burn-trough terjadi ketika pengelasan mencapai pada temperatur yang sangat tinggi sehingga menyebabkan logam deposit las membakar area pengelasan dan membentuk gumpalan lelehan yang melorot/jeblos mengikuti gravitasi.

Bentuknya bisa berbentuk lubang besar atau berbentuk tetesan air yang membeku (icicles).

Jika terjadi disisi root atau capping maka akan terlihat, tapi jika berada didalam logam las, hanya bisa di lihat dengan tes radiografi/x-ray. Didalam uji x-ray, burn-through terlihat seperti bintik-bintik gelap yang dikelilingi oleh kawah berwarna terang.

9. Cacat Las Overlap (ol)

Cacat las overlap dikenal juga dengan nama cold lap adalah kondisi ketika didalam pengelasan logam pengisi (filler atau elektroda) tidak melebur sempurna pada logam dasar.

Proses terjadinya dimana busur listrik tidak mampu melelehkan logam dasar (base material) sehingga menyebabkan cairan menggenang diatas logam dasar tanpa ikatan (tidak fusi).

Penyebab dari cacat pada sambungan las ini banyak di karenakan oleh penggunaan ampere rendah sedangkan suhu metal dalam keadaan dingin.

10. Cacat Las excessive reinforcement (excess)

Bentuk dari cacat las excess adalah ketika area logam las memiliki ketinggian melebihi dari yang ditentukan oleh kode standart atau tidak sesuai WPS asli .

Apakah cacat ini berbahaya? ya, karena terlalu tinggi surface pengelasan itu akan membuat rawan terjadi retak/patahan di pangkalnya. Ini biasanya terjadi karena skill welder/juru las yang kurang berpengalaman dalam teknik pengelasan.

11. Cacat Las Misalignment

Misalignment merupakan jenis cacat las dimana plat mengalami perubahan bentuk/deformasi. Cacat misalignment terbagi 2 yaitu : distorsi dan hight low.

Distorsi (am)
Cacat las distorsi disebut juga dengan angular misalignment, dimana material mengalami bengkok akibat panas yang berlebih. Buruknya persiapan awal pada saat fitting menjadi penyebab utamanya.

High Low (lm)
Cacat las hight low disebut juga dengan linier misalignment, keadaan dimana material menjadi tinggi rendah tidak sejajar. Penyebabnya sama dengan cacat las distorsi yaitu persiapan pengelasan yang kurang baik terutama di fitting plat.

12. Cacat Las Poor stop/start

Dikenal dengan cacat las startstop, cacat terjadi paling sering di pengelasan SMAW dimana proses pengelasan ini perlu berkali-kali refil elektroda untuk menghasilkan jalur las yang panjang. Buruknya kualitas sambungan ini disebut sebagai cacat start stop.

Solusinya adalah meningkatkan skill teknik pengelasan juru las dan mengecek seluruh aliran listrik terutama kabel stang holder dan kabel massa pada mesin las.

13. Cacat Las Spatter

Spatter disebut juga dengan percikan las/logam panas yang menempel pada base material. Jika terlalu banyak maka daerah bekas spatter akan mengalami crack.

Solusinya adalah menyesuaikan setting mesin yaitu antara ampere dan travel speed pengelasan. Untuk las SMAW kesalahan pemilihan polaritas mesin juga bisa menjadi penyebab banyaknya spatter.

14. Cacat Las Arc Strike (as)

Cacat las arc strike adalah ketika seorang juru las tanpa sengaja menyentuh stang elektroda ke base metal sehingga terjadi goresan lasan.

Cacat ini nampak sepele tapi efeknya bisa membuat material yang dilas atau yang terkena arc strike menjadi retak dalam.

Kok bisa? ya kejutan panas terkena pada material yang dingin akan berakibat retak. Cara memperbaikinya harus di perbaiki sesuai WPS repair.

Cukup segini dulu ya, jika nanti ada tambahan akan saya update lagi, semoga artikel saya mengenai jenis cacat pengelasan bisa bermanfaat. Jika ada pertanyaan silahkan komentar dibawah ya.

Teknik Las SMAW / Las Busur Listrik Manual

Disini saya ingin membahas dasar teknik pengelasan SMAW, supaya kamu dapat memahami All parameter kebutuhannya.

Kalau kita hanya sebatas tahu cara pengoperasian las SMAW tanpa tahu apa aja yang terkandung didalamnya maka, pengetahuan kita hanya itu-itu aja.

Jika tahu dasar teknisnya, ini sangat bermanfaat memecahkan masalah ketika kamu mendapat problem di sekitaran pengelasan SMAW.

Apa itu Las SMAW?

Las SMAW sering dikenal dengan las listrik. Sebenarnya seh gak cuman SMAW aja yang termasuk las listrik, tapi ya karena sudah menjadi sebutan maka begitulah.

Gak cuman itu aja seh, julukan lainnya untuk las SMAW adalah las stick dan las flux. Kalau secara internasional SMAW merupakan singkatan dari Shielded Metal Arc Welding, dikenal juga dengan nama MMAW (Manual Metal Arc welding).

Proses pengelasan smaw adalah sebuah proses penggabungan 2 buah logam dengan cara mencairkannya melalui nyala busur listrik yang didapat dari terjadi hubungan pendek antara kutub (+) katoda dan anoda kutub (-).

Ketika base material dan kawat elektroda mencair pada suhu kurang lebih 5000° C, salutan (flux) juga mencair, membentuk gas pelindung. Fungsi gas pelindung dan flux/terak ini adalah untuk menjaga agar tidak terjadi oksidasi.

Alasannya kenapa jika terjadi oksidasi? Jika cairan logam kontak/bercampur dengan udara maka akan terjadi oksidasi dimana hasil lasan menjadi keropos.

Las SMAW ini tidak bisa membuat sebuah lasan yang panjang sekali jalan, karena keterbatasan panjang elektroda. Jadi setelah selesai mengelas perlu mengganti elektroda dan memasang kembali dipenjepit holder untuk memulai pengelasan selanjutnya.

Poin pentingnya adalah dikualitas sambungan pengelasan, oleh karena itu skill seorang juru las/welder yang menjadi penentu hasil pengelasan.

Mesin Las SMAW

Mesin las SMAW terdiri dari mesin las AC dan mesin las DC, di mana kedua mesin las ini memiliki karakteristik yang berbeda.

mesin las lorch X portable

Mesin Las Arus Bolak Balik (AC)

Di dalam mesin las AC terdapat komponen utama yaitu transformator penurun tegangan. Mesin las AC tidak memiliki kutub(+) dan kutub (-), sehingga pemasangan kabel holder dan kabel massa boleh terbalik atau ditukar posisi. Itu tidak akan berpengaruh.

Mesin Las Arus Searah (DC)

Mesin las DC merupakan mesin las yang sumber tenaganya diambil dari trafo arus AC yang diubah menjadi arus DC menggunakan generator. Oleh karena itu terdapat kutub (+) dan kutub (-),

Pemasangan kabel holder elektroda dan kabel masa sebenarnya bisa ditukar-tukar, tetapi itu akan merubah jenis polaritas pada mesin las DC.

Polaritas

Apa itu polaritas? Polaritas merupakan pengkutupan dimana aliran elektron berpindah dari positif ke negatif atau sebaliknya dari negatif ke positif. Polaritas pada mesin DC terbagi menjadi 2, yaitu:

  1. Pengkutuban langsung (Direct Current Straight Polarity /DC-/DCSP/DCEN)
  2. Pengkutuban terbalik (Direct Current Reverce Polarity / DC+/DCRP/DCEP)

Polaritas DC-/DCEN, Untuk menggunakan polaritas ini maka kutub positif (+) pada mesin las dihubungkan dengan kabel massa dan kutub negatif (-) dihubungkan dengan kabel holder untuk elektroda.

Polaritas DC-/DCEN

Pada pengelasan SMAW, polaritas DCEN sering digunakan untuk proses pembuatan root, karena polaritas DC- menghasilkan penetrasi yang dangkal dan panas berpusat pada elektroda. Sehingga bisa menghindari excess root dan material dasar yang akan dilas tidak terbakar (arc blow).

Polaritas DC+/DCEP, Ini merupakan kebalikan dari polaritas DCEN dimana untuk menggunakan polaritas ini maka kutub negatif (-) pada mesin las dihubungkan dengan kabel massa dan kabel elektroda dihubungkan pada kutub positif (+).

Polaritas DC+/DCEP

Pada polaritas ini umumnya digunakan untuk membuat pengisian dan proses capping. Dimana menghasilkan penetrasi yang dalam karena panas berpusat di material dasar.

Penjelasan OCV

Apa itu OCV? dan apa fungsinya? , Setiap mesin busur listrik memiliki OCV. OCV ini berfungsi untuk menyalakan busur pertama kali dan untuk menjaga kestabilan nyala busur sesuai arus yang kita pakai.

Cara kerjanya adalah ketika terjadi hubungan singkat elektroda menyentuh base material maka nyala busur listrik untuk pertama kali disebut sirkuit terbuka (open circuit voltage /OCV) disini mesin las akan menghasilkan tegangan sebesar 40 – 80 volt.

Kemudian, setelah menyala maka dilanjutkan dengan nyala busur yang stabil kondisi ini disebut sirkuit tertutup (close circuit voltage /CCV) dimana tegangan akan turun dibawah 40 volt dan menjaga ampere sesuai dengan parameter yang kita gunakan.

Cara Pengelasan SMAW

Bagaimana cara pengelasan SMAW? disini saya akan menjelaskan tentang SOP bagaimana cara pengelasan menggunakan mesin SMAW arus DC.

  1. Persiapan APD
  2. Persiapan Mesin Las dan perlatan penunjang
  3. Proses pengelasan
  4. Pembersihan hasil lasan

Persiapan APD

APD pengelasan SMAW

Persiapan APD untuk las SMAW diantaranya adalah apron, sarung tangan khusus las, kedok las, sepatu safety dan masker. Itu adalah dasar yang wajib dipakai. Baca lebih lanjut di bahaya pengelasan.

Persiapan Mesin Las dan perlatan penunjang

Persiapan dan cara setting mesin las SMAW kita periapkan dahulu mulai dari pemasangan aliran listrik, memasang kabel masa dan kabel holder. Pengaturan ampere disesuaikan dengan ukuran elektroda, untuk elektroda 3,2 maka minimal menggunakan 80 ampere atau lihat pada box bungkus elektroda.

Komponen las SMAW penunjang juga harus disiapkan seperti tang panas, palu terak dan sikat baja disiapkan. Termasuk juga menghidupkan alat penghisap debu/blower. Setelah peralatan utama las SMAW dan peralatan penunjangnya disiapkan kita lanjut ke proses pengelasan.

Proses pengelasan

Pertama adalah atur posisi pengelasan yang akan digunakan. Kemudian menyalakan busur las dengan cara menggores antara ujung elektroda dan permukaaan material dasar atau logam yang akan disambung.

Setelah busur menyala tunggu sampai busur mencairkan material dasar dan coba jalankan elektroda seperti kita menulis dengan gerakan konstan.

Semakin besar ampere maka kecepatan elektroda dan benda kerja untuk melebur juga semakin cepat. Oleh karena itu untuk menjaga agar nyala busur stabil kita harus menjaga kestabilan kecepatan pengelasan. Selain itu jarak/sudut kontak antara ujung elektroda dan base material harus dijaga tetap sama.

Jika jarak elektroda dengan base material terlalu jauh, maka arus yang mengalir akan terhenti dan nyala busur akan mati. Mengakibatkan hasil logam lasan kurang matang.

Sebaliknya, jika jarak antara elektroda dan base material terlalu dekat atau bersentuhan, maka busur akan mati dan menempel di base material. Jika terus menempel maka elektroda akan terus menerima aliran arus hubungan singkat yang berkibat mencairnya keseluruhan batang elektroda tersebut.

Pembersihan hasil lasan

Setelah proses pengelasan selesai, dan membuat jalur lasan bersihkan terak dengan menggunakan palu terak. Setelah terak terlepas segera bersihkan menggunakan sikat baja.

Kawat Las SMAW

elektroda kobe lb52u

Kawat las SMAW disebut juga dengan elektroda. Elektroda berfungsi sebagai bahan tambah dan melindungi hasil lasan dari oksidasi. Kawat las SMAW memiliki beberapa jenis, disini saya kelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Elektroda Cellulosic
  2. Elektroda Rutile
  3. Elektroda Basic

Penjelasan lebih detail mengenai elektroda SMAW saya akan bahas khusus di artikel selanjutnya.

Kita langsung saja melihat perbandingan antara penggunaan besar ampere dan berapa diameter elektroda yang dipakai pada las SMAW.

Diameter Elektroda
(mm)
Besar Arus
(ampere)
1,520 – 40
2,030 – 60
2,540 – 80
3,270 – 120
4,0120 – 170
4,8140 – 240
6,4200 – 350
Tabel Las SMAW (penggunaan ampere)

Tabel penggunaan ampere diatas bukan ilmu pasti, tetapi biasanya disetiap kemasan elektroda terdapat tabel variabel penggunaan arus las yang disarankan oleh pabrik pembuat elektroda.

Cacat pengelsan pada SMAW

Kemungkinan cacat las yang terjadi ketika mengelas menggunakan mesin las SMAW adalah :

Slag Inclusions
Kemungkinan karena kurangnya skill pengelasan dan kurang bersih dalam menghilangkan terak ketika hendak menyambung.

Porosity
Kemungkinan terjadi karena base material yang kotor dan menggunakan elektroda kedaluarsa.

Arc Strike
Kemungkinan terjadi karena kecerobohan seorang juru las.

Undercut
Kemungkinan terjadi karena kecepatan mengelas terlalu cepat dan menggunakan ampere terlalu tinggi.

Lack of fusion
Kemungkinan terjadi karena pengaturan ampere yang salah, atau terlalu kecil.

Keuntungan Las SMAW

Perbedaan Las SMAW dan Las GTAW, FCAW, GMAW adalah di jenis pelindung agar tidak terjadi oksidasi. Jika SMAW menggunakan flux sebagai pelindung, las GTAW menggunakan Argon dan Las FCAW/GMAW menggunakan CO2.

Dengan perbedaan tersebut, tentunya ada kelebihan dan kekurangannya. Apa sajakah itu :

Kelebihan

  1. Portable, bisa dibawa kemana-mana
  2. Simpel, tidak tergantung jaringan listrik
  3. Murah, harga elektroda termasuk murah

Kekurangan

  1. Memerlukan skill welder yang tinggi.
  2. Kemungkinan terjadi slag inclusion.
  3. Asap yang banyak.
  4. Produktifitas yang lama.

4 Posisi Pengelasan Sesuai Dengan Standart

Saat ini saya ingin share tentang macam macam posisi pengelasan pada setiap jenis sambungan las mulai dari plat hingga pipa beserta gambarnya.

Tahukah kamu didalam dunia pengelasan itu ada berbagai macam posisi pengelasan, mulai dari pengelasan pelat hingga ke pengelasan pipa.

Posisi pengelasan yang bisa dilakukan oleh seorang welder itu menjadi acuan seberapa tinggi tingkat kompetensi seorang juru las sesuai dengan jenis proses pengelasan yang dia kuasai. Kunci utama menjadi juru las profesional adalah memiliki minat dan bakat didunia teknik pengelasan.

posisi pengelasan 6G
gambar jenis posisi pengelasan 6G

Untuk mempelajari sambungan dan posisi pengelasan kali ini kita akan mengacu pada posisi pengelasan standar ISO dan ASME.

Sebelum kita pelajari macam posisi pengelasan, kamu harus mengerti dulu jenis-jenis sambungan pengelasan. Mulai dari sambungan las SMAW hingga Las TIG.

Pada artikel saya tentang dasar-dasar pengelasan secara garis besar disana saya kelompokkan posisi pengelasan menjadi 4, yaitu

  1. Posisi di bawah tangan / Downhand
  2. Posisi Mendatar / Horizontal
  3. Posisi Vertical
  4. Posisi di atas kepala / Overhead

Pengelasan Posisi di bawah tangan / Down hand

Pengelasan posisi di bawah tangan (downhand) yang mengacu pada standar ASME disebut juga dengan posisi 1, Sedangkan menurut standar ISO dinamakan PA.

Posisi dibawah tangan banyak digunakan di industri pengelasan disektor proyek konstruksi baja, struktur jembatan, dan bangunan. Termasuk juga untuk posisi pengelasan pelat tipis hingga tebal, hanya besar diameter elektrode nya saja yang berbeda tetapi posisi lasnya tetap sama.

Untuk melakukan pengelasan posisi 1, sudut kemiringan elektroda harus dijaga kurang lebih 80 – 70 derajat terhadap garis vertikal supaya memudahkan welder untuk melihat cairan dan menjaga kecepatan pengelasan. Dibawah ini adalah gambar posisi pengelasan dibawah tangan :

sambungan posisi dibawah tangan
Gambar posisi 1F, 1G pelat, 1G pipa, 1FR

1. Posisi 1F/PA

Pengelasan sabungan fillet pelat dengan pelat, dengan arah elektroda/kawat las menghadap kebawah.

2. Posisi 1G Plat/PA

1G pelat merupakan pengelasan butt joint pelat dengan pelat dengan arah elektroda/busur listrik menghadap kebawah. Untuk mengelas dengan posisi 1G, dimulai dari pembuatan root, kemudian membuat lapisan pengisian dan terakhir lapisan penutup/capping.

3. Posisi 1G Pipa/PA

Posisi 1G pipa adalah pengelasan joint atau sambungan pipa dengan pipa, arah dan gerakan busur listrik menghadap kebawah dan seiring berjalannya pengelasan maka pipa juga diputar untuk menjaga agar arah elektroda tetap menghadap kebawah.

Untuk posisi datar 1G ini juru las / tukang las tetap pada tempatnya, yang berputar adalah material pipa yang akan disambung. Berlaku untuk semua proses baik itu las OAW , SMAW,GMAW hingga GTAW.

4. Posisi 1FR/PA

Pengelasan pelat dan pipa dengan arah kawat las elektroda menghadap kebawah, seiring berjalannya pengelasan maka benda kerja diputar untuk menjaga agar arah elektroda tetap menghadap kebawah selama pengelasan.

Posisi Pengelasan Mendatar/Horizontal

Menurut kode standart ASME, pengelasan posisi mendatar/horizontal ditulis dengan kode nomor 2. Sedangkan penulisan menurut standart ISO ada 2 macam yaitu PB untuk sambungan fillet dan PC untuk sambungan butt joint.

Untuk membuat joint atau sambungan pengelasan posisi horizontal menggunakan mesin las arc welding, setting dari parameter harus diperhatikan. Karena jika busur listrik terlalu panas maka cairan akan meleleh turun mengikuti gaya gravitasi.

Tidak hanya pengelasan SMAW saja, disemua jenis pengelasan juga harus memperhatikan jenis ayunan, ayunan atau dalam istilah pengelasan disebut weaving ini berguna untuk mengatur cairan yang meleleh agar tidak longsor mengikuti gravitasi.

Lebih jelasnya dibawah ini gambar untuk semua pengelasan posisi horizontal beserta penjelasannya.

Posisi pengelasan mendatar 2F 2G
Gambar posisi pengelasan 2F, 2F pipa, 2FR pipa, 2G pelat, 2G pipa

1. Posisi 2F/PB

Pengelasan fillet joint (pelat dengan pelat) dengan elektroda menghadap kedepan/mendatar dengan arah gerakan ke kanan atau ke kiri.

2. Posisi 2F Pipa/PB

Pengelasan sambungan antara pipa dan pelat dengan arah elektroda pengelasan menghadap ke depan/mendatar.

3. Posisi 2FR Pipa/PB

Posisi benda kerja lihat pada gambar diatas, pengelasan sambungan pelat dengan pipa dan arah elektroda menghadap kedepan mendatar, seiring berjalannya pengelasan benda kerja diputar hingga seluruh jalur lasan tertutup.

4. Posisi 2G Plat/PC

Pengelasan sambungan tumpul butt joint plat dengan plat dengan posisi peletakkan benda kerja lihat pada gambar diatas. Untuk proses pengelasannya dimulai dari pembuatan root, pengisian dan penutup. Khusus untuk las SMAW, pada proses pembuatan root harus menggunaka kawat elektroda yang di desain untuk pembuatan root.

5. Posisi 2G Pipa/PC

Pengelasan butt joint sambungan horizontal pipa dengan pipa, disini material (pipa) tidak diputar, tetapi welder yang bergerak mengikuti jalur lasan.

Posisi Pengelasan Vertikal

Pengelasan posisi vertikal menurut standar ASME dikenal dengan kode 3. Ini mencakup untuk semua sambungan las mulai dari sambungan sudut, sambungan fillet dan butt joint.

Ada sedikit perbedaan dengan standar ISO, perbedaannya adalah pada arah pergerakan pengelasannya. Jika arah las dari bawah ke atas dinamakan PF. Sedangkan jika arah pengelasannya dari atas ke bawah dinamakan PG.

Sedikit Tips agar hasil pengelasan diposisi vertikal memenuhi standart adalah dengan mengatur cairan logam cair dari busur listrik. Penggunaan jenis ayunan harus sesuai untuk mengatur agar cairan tidak turun kebawah mengikuti gravitasi.

Dibawah ini adalah gambar dan penjelasan posisi pengelasan vertikal:

posisi pengelasan vertikal
Gambar posisi pengelasan 3F dan 3G

1. Posisi 3F Uphill/PF

Posisi 3F Uphill/PF merupakan proses las penyambungan plat dengan plat, dengan arah gerakan elektroda kedepan dan jalur pengelasannya dari bawah ke atas.

2. Posisi 3F Downhill/PG

Sedangkan 3F Downhill merupakan posisi proses las plat dengan plat, dengan arah elektroda menghadap kedepan dan jalur pengelasannya dari atas ke bawah.

3. Posisi 3G Uphill/PF

Merupakan bentuk sambungan tumpul butt joint, proses las penyambungan plat dengan plat, dengan arah elektroda kedepan dan jalur pengelasannya dari bawah ke atas.

4. Posisi 3G Downhill/PG

Merupakan bentuk sambungan tumpul butt joint, pengelasan penyambungan plat dengan plat, dengan arah elektroda kedepan dan jalur pengelasannya dari atas ke bawah.

Posisi Pengelasan di atas kepala / Overhead

Pengelasan posisi di atas kepala dikenal dengan pengelasan posisi 4 pada standart kode ASME. Untuk standar ISO jika yang dilakukan adalah pengelasan Fillet 4F maka disebut posisi PD. Sedangkan jika yang dilakukan itu pengelasan butt joint 4G maka disebut PE.

Berikut ini adalah gambar dan penjelasan posisi tegak di atas kepala :

posisi pengelasan diatas kepala
Gambar posisi pengelasan 4, 4G pelat dan 4F pipa

1. Posisi 4F/PD

Posisi 4F merupakan bentuk sambungan fillet plat dengan plat, dengan arah elektroda las / busur listrik menghadap ke atas.

2. Posisi 4F Pipa/PD

4F Pipa merupakan las fillet, penyambungan plat dengan pipa, dengan arah elektroda las menghadap ke atas.

3. Posisi 4G Plate/PE

4G plate termasuk kedalam jenis sambungan butt joint, penyambungan plat dengan plat dengan arah elektroda menghadap ke atas.

Pengelasan Pipa

Untuk pengelasan pipa ini termasuk kedalam posisi pengelasan vertikal, tapi memang dalam praktek posisi las nya berlaku all position atau mencakup semua posisi.

Untuk kode penamaan sesuai standar ASME ada posisi 5G dan 6G, sedangkan di standart ISO namanya terbagi menjadi 4 yaitu PJ, PH, H-LO45 dan J-LO45.

Dibawah ini adalah gambar dan penjelasan posisi las pipa sesuai kode ASME dan ISO.

posisi pengelasan pipa 6G
Gambar posisi pengelasan 5G dan 6G

1. Posisi 5G Downhill/PJ

Pengelasan butt joint sambungan pipa dengan pipa dengan peletakkan lurus. Untuk downhill maksutnya adalah pengerjaan jalur las dilakukan pengelasan dari atas arah jam 12 ke jam 6.

2. Posisi 5G Uphill/PH

Sebaliknya dengan downhill, posisi 5G uphill dilakukan pengelasan dijalur las dengan pengerjaan dilakukan mulai arah jam 6 menuju jam 12 (dari bawah ke atas).

3. Posisi 6G Uphill/H-LO45

Posisi 6G termasuk dalam butt joint, sambungan pipa dengan pipa yang diletakkan miring dengan sudut 45 derajat. Uphill maksutnya adalah arah pengelasannya dari bawah ke atas.

4. Posisi 6G Downhill/J-LO45

Perbedaan dengan posisi 6G Uphill terletak pada cara pengerjaan jalur pengelasannya yaitu dari arah atas ke bawah.

Mungkin cukup artikel saya mengenai macam posisi pengelasan pada pelat dan pipa, saya berharap bisa menambah wawasan , jika ada pertanyaan bisa berkomentar dibawah ini atau anda bisa kontak saya di halaman tentang saya. Terima kasih.

Istilah-istilah pengelasan welder wajib paham

Di dunia pengelasan sering kali digunakan istilah istilah pengelasan yang berasal dari bahasa asing.

Dimana istilah tersebut dipakai secara luas untuk kesamaan pemahaman atau acuan dalam suatu standar pengelasan.

istilah pengelasan itu mencakup pada proses perencanaan/ persiapan, pelaksanaan dan pemeriksaan atau pengujian hasil las.

Disini saya ingin membagi istilah-istilah atau kalimat pendek secara umum yang biasa dipakai di las busur manual.

Bukan berarti setiap proses pengelasan memiliki istilah yang berbeda tetapi memiliki banyak kesamaan. Karena dipergunakan dalam standar-standar pengelasan yang dipakai sebagai acuan di Indonesia, seperti Standar Depnaker, MIGAS, BKI dan API/ IWS.

Untuk memudahkan pemahaman saya membagi menjadi tiga bagian yaitu :

  1. Istilah Pada Persiapan Pengelasan
  2. Istilah Pada Proses Pengelasan
  3. Istilah Pada Pemeriksaan Hasil Lasan

Persiapan Pengelasan

Berbicara persiapan maka tentunya banyak digunakan saat persiapan membuat butt joint (1G,2G,3G,4G,5G dan 6G). Apa sajakah itu?

Persiapan setting alat dan persiapan bahan merupakan step awal dalam kita melakukan pengelasan. Disini ada beberapa istilah pengelasan yang penting buat kamu pahami.

  1. ampere, istilah ini menunjukkan berapa besar arus yang dipakai didalam pengelasan.
  2. volt, besarnya voltase yang kita pakai
  3. wire feeding speed, pada proses GMAW atau FCAW ini merupakan kecepatan wire keluar.
  4. shielding gas, istilah ini menunjukkan gas yang kita pakai, khusus untuk proses GMAW/FCAW/GTAW.
  5. filler metal, jenis kawat pengisi/elektroda
  6. polarity, jenis polaritas yang kita pakai pada mesin las, DC- atau DC+.

Kampuh las merupakan hal wajib jika kita ingin membuat butt joint, didalam kampuh las ini banyak sekali istilah-istilah pengelasan yang harus kamu pahami.

Istilah Didalam Kampuh Las

Karena kebanyakan pada umumnya memakai bevel/kampuh V maka disini saya akan contohkan menggunakan kampuh V.

Nomor 1 adalah Base metal/parent metal = logam yang akan disambung dan dilakukan proses pengelasan.

Nomor 2 adalah Root gap = jarak antara dua benda yang akan di las.

Nomor 3 adalah Root face = bidang permukaan akar las

Nomor 4 adalah Angle of bevel = sudut bevel sebagian

Nomor 5 adalah Included angle = sudut kampuh keseluruhan

Backing ceramic adalah keramik yang diletakkan di bagian belakang benda yang akan di las dan dipakai biasanya untuk pengelasan FCAW.

Backing strip adalah Besi strip dilas belakang benda yang disambung.

tackweld merupakan las ikat yang digunakan untuk fitting sebelum dilakukan proses pengelasan agar benda yang akan dilas presisi.

Istilah didalam Las Fillet

istilah dalam pengelasan fillet

Pada proses sambungan las T-joint ada 2 istilah pengelasan yang harus anda pahami yaitu nomor 1 (warna kuning) disebut throat, merupakan nilai tebal deposit las.

Sedangkan untuk nomor 2 (warna kuning) adalah leg lenght, merupakan besar ketinggian lasan.

Proses Pengelasan

Gambar nyala busur las
  1. Elektroda core wire = kawat inti elektroda
  2. Arc flame = nyala busur
  3. Slag = terak
  4. Path of molten metal = cairan elektroda yang jatuh pada benda kerja
  5. Protective gases = gas-gas pelindung
  6. Arc length = jarak antara benda kerja dengan elektroda
  7. Weld metal = logam las ( hasil las )
keterangan untuk kampuh lasan
  1. Sealing run = jalur pengisi di bagian belakang dan depan
  2. Sealing weld = jalur las pengisi
  3. Heat affected zone = daerah pengaruh panas
  4. Excess/Reinforcement = tinggi pengelasan
  5. Toe = kaki jalur las
  6. Weld metal = logam las ( hasil las )
kampuh (expertlas.com)

Didalam pembuatan sambungan las butt joint terdapat 4 tahap proses pengelasan. Ini berlaku untuk semua jenis pengelasan baik itu SMAW,GMAW,GMAW dll bahkan bisa dikombinasikan.

Disini kamu harus paham bahwa setiap proses pengelasan didalam kampuh V memiliki istilah tersendiri yaitu:

root, merupakan istilah proses pembuatan akar las, dimana istilah akar lasan disebut root.

hotpass, proses kelanjutan setelah pembuatan root, biasanya menggunakan ampere tinggi. Tujuannya adalah membuat lapisan lasan yang kuat karena didalam proses root rata-rata menggunakan apere renda untuk mengontrol cairan.

fill, pengisian lasan hingga mendekati bibir base material bagian atas, kalau bahasa kita diisi hingga hampir penuh.

capping, proses terakhir dalam membuat sambungan butt joint.

pass dan layer, untuk mengetahui perbedaannya silahkan lihat gambar diatas, pada bagian root itu merupakan layer pertama dan terdiri dari 1 pass. Pada bagian hotpass itu merupakan layer kedua dan terdiri dari 2 pass.dst dst

Kalau dilihat dari keseluruhan maka pengelasan terdiri dari 4 layer. Semoga paham ya.

ayunan zigzag pada pengelasan

weaving, Disaat kita mengelas jelas donk kita memakai ayunan supaya hasil lasannya rata dan terbentuk rigi-rigi yang bagus. Banyak sekali kita mengenal ayunan las seperti ayunan segitiga,zigzag,setengah lingkaran,bulat dll. Ayunan disebut juga dengan weave.

Tetapi ada juga yang melakukan pengelasan dengan hanya ditarik lurus dengan menjaga kecepatan pengelasannya (travel speed). Jika ditarik lurus saja namanya string.

jadi weaving itu adalah model cara mengelas kita, string atau weave.

Nah kalau untuk no 1 dan 2 merupakan keyhole, apa itu ? lubang kunci, yakni lubang pada akar las yang terjadi pada saat pengelasan jalur pertama / penetrasi sambungan tumpul.

Pemeriksaan Hasil Pengelasan

cacat hasil pengelasan groove

Pada pemeriksaan hasil pengelasan sebetulnya banyak sekali istilah pengelasannya, rencana saya akan bahas khusus di artikel tentang cacat las. Disini saya menunjukkan yang biasa terjadi saat pemeriksaan hasil las.

  1. Undercut adalah takik las (termakan) base material oleh arc.
  2. Slag inclusion adalah terak yang terjebak didalam pengelasan.
  3. Lack of fusion adalah sebagian kecil lasan yang tidak berpadu/fusi.
  4. crack adalah retak karena pendinginan cepat.

Baiklah sobat welder mungkin sampai disini pembahasannya mengenai istilah pengelasan. Jika ada pertanyaan silahkan komentar, jika mau terhubung atau menghubungi saya silahkan lihat akun sosial saya di halaman tentang saya. Terima kasih

3 Jenis Sambungan Pengelasan (Joint Design)

Ada beberapa siswa saya yang tanya tentang jenis sambungan pengelasan, setelah saya jawab dan ternyata jawaban saya berbeda dengan hasil browsing mereka.

Apanya yang berbeda ya? saya sambil tanya-tanya ke diri saya,

Memang penjelaan untuk sambungan las yang ada didunia pengelasan itu cukup panjang, dan beberapa website/literatur itu memberikan informasi hanya sepenggal jadinya terlihat seperti berbeda.

Sambungan las itu berkaitan dengan desain sambungan pengelasan (joint design) yang menjadi step awal menghasilkan kontruksi sambungan pengelasan yang kuat,sesuai dengan standart dan tentunya murah.

Ada berbagai macam standart didunia pengelasan dan juga memiliki kriteria standart sambungan yang sedikit berbeda, perbedaan itu terletak diukuran dan toleransi.

Okelah saya tidak menulis mengenai sambungan las secara lengkap tapi menurut pandangan saya yang berdasar pada TWI.

jenis jenis sambungan pengelasan
twi-global.com

Didalam materi teknik pengelasan dasar, sudah sedikit saya singgung bahwa ada 3 jenis sambungan pengelasan, apa saja itu? yaitu Fillet Joint, Butt Joint dan Compound Weld Joint (Gabungan fillet dan butt joint).

Fillet Joint

Apa itu fillet joint? Sambungan fillet itu merupakan sambungan plat dengan plat tanpa dilakukan preparation terlebih dahulu. Jadi secara gampangnya plat dengan plat langsung dilakukan pengelasan.

jenis fillet joint

Pengelasan fillet merupakan jenis sambungan las yang sering digunakan, khususnya dalam aplikasi kontruksi baja. Bentuk dari sambungan fillet itu adalah lap joint, T joint dan corner joint. Bisa kalian lihat pada gambar diatas.

Las fillet ini dalam pengerjaannya lebih mudah dan tentunya lebih murah dari pada membuat butt joint. Karena tidak membutuhkan persiapan material seperti memotong atau proses permesinan untuk membuat kampuh.

Desain pengelasan untuk sambungan fillet ini ada 3 macam

  1. Bentuk datar/mitre
  2. Bentuk cekung/concave
  3. Bentuk cembung/convex
bentuk bentuk sambungan fillet

Bentuk desain pengelasan seperti apa yang harus kita pakai? Tergantung jenis beban yang akan ditopang. Jika kita membutuhkan kekuatan untuk menahan beban yang diam kita bisa memakai desain pengelasan berbentuk datar atau cembung. semakin besar throat nya maka semakin besar pula kekuatan untuk menahannya.

Jika kita gunakan untuk menahan beban yang bergerak kita gunakan desain pengelasan cekung, karena desain cekung ada efek pegas sehingga jika terkena beban yang berubah-ubah atau beban getaran itu tidak akan mudah retak.

Butt Joint

Butt Joint itu apa? Dikenal dengan sambungan tumpul dan diperlukan preparation terlebih dahulu dengan membuat bevel/kampuh sebelum dilakukan pengelasan. Untuk pengelasan butt joint dikenal juga dengan nama sambungan groove.

Bentuk sambungan las tumpul banyak dipakai di perkapalan dan tambang karena membutuhkan tak sekedar menahan beban tapi juga beban gesekan, benturan dll.

Bentuk sambungan tumpul dipakai pada plat yang tebalnya lebih dari 3mm. Dari segi harga memang lebih mahal karena mengharuskan untuk membuat kampuh sebelum pengelasan. Kebayang kan jika yang dilas panjangnya meteran, maka harus dilakukan persiapan sepanjang jalur lasan.

Bevel/Kampuh Las itu apa?

Kampuh las adalah persiapan awal untuk membuat sambungan butt joint/sambungan tumpul. Ada berbagai macam bentuk kampuh las yang tentunya disesuaikan dengan standar dan persyaratan kekuatan suatu sambungan sudut. Bentuk-bentuk kampuh las adalah :

• Kampuh I (Open square butt)
• Kampuh V (Single V butt)
• Kampuh X (Duoble V butt)
• Kampuh U (Single U butt)
• Kampuh J (Single J-butt weld )

Dalam pembuatan kampuh bisa dilakukan dengan permesinan dan juga langsung menggunakan alat potong gas.

Mesin potong gas disebut juga dengan Straight Cutting Machine, dipakai untuk pemotongan pelat dengan sudut kemiringan tertentu, sedang untuk membuat persiapan kampuh las pada pipa, bisa menggunakan mesin pemotong gas lingkaran (Circular Cutting Machine).

Ada ketentuan untuk membuat kampuh. Pertama adalah sudut bevel, ini bisa berkisar 30 – 35 derajat kemiringan. Kedua adalah root face, bisa berkisar 1-2mm sesuaikan dengan WPS, ketiga adalah root gap, berkisar antara 1-3 mm sesuaikan dengan WPS.

keterangan kampuh las atau bevel
twi-global.com

Tahapan proses pengelasan sambungan groove ini ada tiga tahapan yaitu las akar (root), las pengisian (fill) dan las Penutup (caping)

Dapat kita simpulkan bahwa perbedaan antara butt dan fillet itu berkaitan dengan ketebalan plat. Jika plat tebalnya lebih dari 3mm maka diperlukan membuat kampuh sebelum mengelas.

Compound Weld Joint

Compound Weld Joint merupakan gabungan antara fillet dan butt joint. menggunakan tipe sambungan ini harus memperhaikan biaya yang akan timbul. Jadinya tidak banyak dipakai.

sambungan compound

Menggunakan sambungan tipe ini biasanya menggunakan 2 jenis gabungan proses pengelasan, misalnya GMAW – SMAW atau FCAW -SMAW. Yang bertujuan menghasilkan pengelasan yang minim cacat pengelasannya.

Mungkin sampai disini dulu pembahasan kita tentang sambungan pengelasan sebagai dasar joint design sebuah kontruksi fabrikasi. Jika ada pertanyaan langsung komentar atau konek dengan saya di media sosial lihat di halaman tentang saya. Terima kasih