3 Jenis Sambungan Pengelasan (Joint Design)

Ada beberapa siswa saya yang tanya tentang jenis sambungan pengelasan, setelah saya jawab dan ternyata jawaban saya berbeda dengan hasil browsing mereka.

Apanya yang berbeda ya? saya sambil tanya-tanya ke diri saya,

Memang penjelaan untuk sambungan las yang ada didunia pengelasan itu cukup panjang, dan beberapa website/literatur itu memberikan informasi hanya sepenggal jadinya terlihat seperti berbeda.

Sambungan las itu berkaitan dengan desain sambungan pengelasan (joint design) yang menjadi step awal menghasilkan kontruksi sambungan pengelasan yang kuat,sesuai dengan standart dan tentunya murah.

Ada berbagai macam standart didunia pengelasan dan juga memiliki kriteria standart sambungan yang sedikit berbeda, perbedaan itu terletak diukuran dan toleransi.

Okelah saya tidak menulis mengenai sambungan las secara lengkap tapi menurut pandangan saya yang berdasar pada TWI.

jenis jenis sambungan pengelasan
twi-global.com

Didalam materi teknik pengelasan dasar, sudah sedikit saya singgung bahwa ada 3 jenis sambungan pengelasan, apa saja itu? yaitu Fillet Joint, Butt Joint dan Compound Weld Joint (Gabungan fillet dan butt joint).

Fillet Joint

Apa itu fillet joint? Sambungan fillet itu merupakan sambungan plat dengan plat tanpa dilakukan preparation terlebih dahulu. Jadi secara gampangnya plat dengan plat langsung dilakukan pengelasan.

jenis fillet joint

Pengelasan fillet merupakan jenis sambungan las yang sering digunakan, khususnya dalam aplikasi kontruksi baja. Bentuk dari sambungan fillet itu adalah lap joint, T joint dan corner joint. Bisa kalian lihat pada gambar diatas.

Las fillet ini dalam pengerjaannya lebih mudah dan tentunya lebih murah dari pada membuat butt joint. Karena tidak membutuhkan persiapan material seperti memotong atau proses permesinan untuk membuat kampuh.

Desain pengelasan untuk sambungan fillet ini ada 3 macam

  1. Bentuk datar/mitre
  2. Bentuk cekung/concave
  3. Bentuk cembung/convex
bentuk bentuk sambungan fillet

Bentuk desain pengelasan seperti apa yang harus kita pakai? Tergantung jenis beban yang akan ditopang. Jika kita membutuhkan kekuatan untuk menahan beban yang diam kita bisa memakai desain pengelasan berbentuk datar atau cembung. semakin besar throat nya maka semakin besar pula kekuatan untuk menahannya.

Jika kita gunakan untuk menahan beban yang bergerak kita gunakan desain pengelasan cekung, karena desain cekung ada efek pegas sehingga jika terkena beban yang berubah-ubah atau beban getaran itu tidak akan mudah retak.

Butt Joint

Butt Joint itu apa? Dikenal dengan sambungan tumpul dan diperlukan preparation terlebih dahulu dengan membuat bevel/kampuh sebelum dilakukan pengelasan. Untuk pengelasan butt joint dikenal juga dengan nama sambungan groove.

Bentuk sambungan las tumpul banyak dipakai di perkapalan dan tambang karena membutuhkan tak sekedar menahan beban tapi juga beban gesekan, benturan dll.

Bentuk sambungan tumpul dipakai pada plat yang tebalnya lebih dari 3mm. Dari segi harga memang lebih mahal karena mengharuskan untuk membuat kampuh sebelum pengelasan. Kebayang kan jika yang dilas panjangnya meteran, maka harus dilakukan persiapan sepanjang jalur lasan.

Bevel/Kampuh Las itu apa?

Kampuh las adalah persiapan awal untuk membuat sambungan butt joint/sambungan tumpul. Ada berbagai macam bentuk kampuh las yang tentunya disesuaikan dengan standar dan persyaratan kekuatan suatu sambungan sudut. Bentuk-bentuk kampuh las adalah :

• Kampuh I (Open square butt)
• Kampuh V (Single V butt)
• Kampuh X (Duoble V butt)
• Kampuh U (Single U butt)
• Kampuh J (Single J-butt weld )

Dalam pembuatan kampuh bisa dilakukan dengan permesinan dan juga langsung menggunakan alat potong gas.

Mesin potong gas disebut juga dengan Straight Cutting Machine, dipakai untuk pemotongan pelat dengan sudut kemiringan tertentu, sedang untuk membuat persiapan kampuh las pada pipa, bisa menggunakan mesin pemotong gas lingkaran (Circular Cutting Machine).

Ada ketentuan untuk membuat kampuh. Pertama adalah sudut bevel, ini bisa berkisar 30 – 35 derajat kemiringan. Kedua adalah root face, bisa berkisar 1-2mm sesuaikan dengan WPS, ketiga adalah root gap, berkisar antara 1-3 mm sesuaikan dengan WPS.

keterangan kampuh las atau bevel
twi-global.com

Tahapan proses pengelasan sambungan groove ini ada tiga tahapan yaitu las akar (root), las pengisian (fill) dan las Penutup (caping)

Dapat kita simpulkan bahwa perbedaan antara butt dan fillet itu berkaitan dengan ketebalan plat. Jika plat tebalnya lebih dari 3mm maka diperlukan membuat kampuh sebelum mengelas.

Compound Weld Joint

Compound Weld Joint merupakan gabungan antara fillet dan butt joint. menggunakan tipe sambungan ini harus memperhaikan biaya yang akan timbul. Jadinya tidak banyak dipakai.

sambungan compound

Menggunakan sambungan tipe ini biasanya menggunakan 2 jenis gabungan proses pengelasan, misalnya GMAW – SMAW atau FCAW -SMAW. Yang bertujuan menghasilkan pengelasan yang minim cacat pengelasannya.

Mungkin sampai disini dulu pembahasan kita tentang sambungan pengelasan sebagai dasar joint design sebuah kontruksi fabrikasi. Jika ada pertanyaan langsung komentar atau konek dengan saya di media sosial lihat di halaman tentang saya. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *