Beranda » Pengelasan » Pengetahuan Dasar Sambungan Pengelasan (Joint Design)

Pengetahuan Dasar Sambungan Pengelasan (Joint Design)

Penjelasan mengenai sambungan pengelasan yang ada didunia pengelasan itu cukup panjang. Pada tulisan saya kali ini, saya ingin sampaikan secara ringkas penjelasan mengenai sambungan las agar mudah untuk dipahami.

Sambungan las itu berkaitan dengan desain sebuah produk yang ingin dilakukan pengelasan atau sering disebut dengan joint design. Tujuannya adalah untuk menghasilkan kontruksi sambungan pengelasan yang kuat dan sesuai dengan standart.

Ada berbagai macam standart didunia pengelasan dan juga memiliki kriteria standart sambungan yang sedikit berbeda, perbedaan itu terletak pada ukuran dan toleransi.

Menurut literatur dari TWI, sambungan dasar pengelasan itu ada 3 jenis yaitu Fillet Joint, Butt Joint dan Compound Weld Joint (Gabungan fillet dan butt joint).

jenis jenis sambungan pengelasan
twi-global.com

Secara gampangnya bisa dibilang bahwa pekerjaan welder adalah menyambung besi apapun posisi pengelasan dan menggunakan proses pengelasan tertentu. Jenis besi ada yang tebal dan ada yang tipis. Maka bisa kita simpulkan bahwa apakah kita akan menyambung pelat tipis dengan pelat tipis? atau pelat tebal dengan pelat tebal? ataukah pelat tebal dengan pelat tipis?

Sambungan Fillet Joint

jenis fillet joint

Dikatakan fillet karena material yang digunakan adalah material yang tipis. Dimana ketebalan pelat tidak lebih dari 6 mm. Seperti yang terlihat pada gambar diatas bahwa 3 bentuk dasar las fillet yaitu corner joint, T joint dan Lap joint.

Didalam aplikasi dilapangan, sambungan fillet itu merupakan sambungan pelat dengan pelat atau bisa pipa dengan pipa tanpa dilakukan preparation terlebih dahulu. Jadi secara gampangnya pelat dengan pelat langsung dilakukan pengelasan tanpa melakukan pembuatan bevel.

Begitu juga dengan material pipa. Dimana ketebalan pipa yang tergolong tipis disambungkan dengan pipa atau pelat.

Pengelasan fillet merupakan jenis sambungan las yang sering digunakan, khususnya dalam aplikasi kontruksi baja, pipping dll.

fillet pada pipa tipis

Bentuk Permukaan Deposit Las Fillet

  1. Bentuk datar/mitre
  2. Bentuk cekung/concave
  3. Bentuk cembung/convex
bentuk bentuk sambungan fillet

Bentuk desain pengelasan seperti apa yang harus kita pakai? Tergantung jenis beban yang akan ditopang. Jika kita membutuhkan kekuatan untuk menahan beban yang diam kita bisa memakai desain pengelasan berbentuk datar atau cembung. semakin besar throat nya maka semakin besar pula kekuatan untuk menahannya.

Jika kita gunakan untuk menahan beban yang bergerak kita gunakan desain pengelasan cekung, karena desain cekung ada efek pegas sehingga jika terkena beban yang berubah-ubah atau beban getaran itu tidak akan mudah retak.

Sambungan Pengelasan Butt Joint

Butt Joint merupakan suatu sambungan tumpul pada pengelasan dan memerlukan sebuah preparation terlebih dahulu yaitu dengan membuat bevel atau kampuh sebelum dilakukan pengelasan. Untuk pengelasan butt joint dikenal juga dengan nama sambungan groove.

Bentuk sambungan las tumpul banyak dipakai di perkapalan dan tambang karena menggunakan bahan besi dengan ketebalan lebih dari 6 mm. Di dunia kontruksi baja juga beberapa menggunakan sambungan butt joint untuk mendapatkan sebuah sambungan yang berpengaruh pada beban yang sangat berat.

Dari segi harga memang lebih mahal karena mengharuskan untuk membuat kampuh sebelum pengelasan. Kebayang kan jika yang dilakukan pengelasan panjangnya hingga 10 meteran, maka harus dilakukan persiapan sepanjang jalur lasan.

Sambungan las groove juga dipakai di pipa, selama ketebalan pipa yang ingin disambung adalah lebih dari 3 mm atau didalam pengerjaan sambungan pipa diperlukan pembuatan kampuh. Dimana proses pengelasannya ada 3 tahapan yaitu root, fill dan capping.

Bevel/Kampuh Las itu apa?

Kampuh las adalah persiapan awal untuk membuat sambungan butt joint/sambungan tumpul. Ada berbagai macam bentuk kampuh las yang tentunya disesuaikan dengan standar dan persyaratan kekuatan suatu sambungan sudut. Bentuk-bentuk kampuh las adalah :

• Kampuh I (Open square butt)
• Kampuh V (Single V butt)
• Kampuh X (Duoble V butt)
• Kampuh U (Single U butt)
• Kampuh J (Single J-butt weld )

Dalam pembuatan kampuh bisa dilakukan dengan permesinan dan juga langsung menggunakan alat potong gas.

Mesin potong gas disebut juga dengan Straight Cutting Machine, dipakai untuk pemotongan pelat dengan sudut kemiringan tertentu, sedang untuk membuat persiapan kampuh las pada pipa, bisa menggunakan mesin pemotong gas lingkaran (Circular Cutting Machine).

Ada ketentuan untuk membuat kampuh. Pertama adalah sudut bevel, ini bisa berkisar 30 – 35 derajat kemiringan. Kedua adalah root face, bisa berkisar 1-2mm sesuaikan dengan WPS, ketiga adalah root gap, berkisar antara 1-3 mm sesuaikan dengan WPS.

keterangan kampuh las atau bevel
twi-global.com

Tahapan proses pengelasan sambungan groove ini ada tiga tahapan yaitu las akar (root), las pengisian (fill) dan las Penutup (caping)

Dapat kita simpulkan bahwa perbedaan antara butt dan fillet itu berkaitan dengan ketebalan pelat atau pipa. Jika material tebalnya lebih dari 6 mm maka diperlukan membuat kampuh sebelum mengelas.

Compound Weld Joint

Compound Weld Joint merupakan gabungan antara fillet dan butt joint. menggunakan tipe sambungan ini harus memperhaikan biaya yang akan timbul. Jadinya tidak banyak dipakai.

sambungan compound

Menggunakan sambungan tipe ini biasanya menggunakan 2 jenis gabungan proses pengelasan, misalnya GMAW – SMAW atau FCAW -SMAW. Yang bertujuan menghasilkan pengelasan yang minim cacat pengelasannya.

Mungkin sampai disini dulu pembahasan kita tentang sambungan pengelasan sebagai dasar joint design sebuah kontruksi fabrikasi. Jika ada pertanyaan langsung komentar atau konek dengan saya di media sosial lihat di halaman tentang saya. Terima kasih


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *